Rai gedex




Bukit Serelo, atau oleh masyarakat biasa juga di sebut sebagai Bukit Tunjuk. Pantas menjadi kebanggaan Masyarakat Seganti Setungguan. Icon Kabupaten Lahat ini memang mempesonakan mata yang melihat. Bukan sekedar bentuknya yang unik tetapi pesona perbukitan di sekitarnya juga turut mendukung keindahanya. Serta kelok Sungai Lematang yang menjadi urat nadi beberapa masyarakat Kabupaten Lahat ini.

Memang bukan perkara mudah untuk sekedar mencicipi indahnya panorama dari atas Bukit Batu ini. Selain jalurnya yang memang terjal juga posisi jalan pendakian hampir 75 derajat serta licinnya Jalan. Disamping itu Bukit Serelo ini adalah Bukit Batu yang hanya di tumbuhi oleh tumbuhan semak sejenis Ilalang Setelah kita tiba di lereng di kanan kiri hanya terdapat belukar dan beberapa Pohon Puspa. Yang merimbun di antara celah bebatuan. Dapat di bayangkan jika kita sampai terpeleset dan jatuh. Batu – batuan tajam akan menyambut tubuh anda tentunya.

Ada beberapa tempat untuk para pendaki yang hendak mendirikan tenda untuk menginap. Yaitu di Ngarai daerah Kebun Kopi milik Penduduk. Sekitar setengah jam sabelum ke Bukit. Atau di atas Bukitnya. Di atas bukit terdapat tanah datar berukuran +/- 2,5 m X 3 m. tepatnya di lekukan sebelum sampai di puncaknya. Memang dari atas kita dapat menyaksikan panorama pemandangan kota tetangga yaitu Muara Enim dan Tanjung Enim

Namun penulis Menyarankan supaya berhati – hati jika mendirikan tenda di atas bukit. Selain hawa yang dingin kekuatan angin di atas bukit mampu menerbangkan tenda. Jadi di anjurkan bagi pendaki melihat cuaca sebelum mendirikan tenda di atas Bukit.

Dari Puncak Bukit Serelo Lampu – lampu rumah penduduk terlihat seperti gugusan Bintang.Selain itu jangan lewatkan matahari Pagi. (SunSet) Biasanya pendaki tidak akan melewatkan detik - detik matahari pagi ini. Di sinilah Saat yang paling dinanti oleh para pendaki , yaitu antara jam 05.00 Hingga ke Pukul 08.00 Wib.

Sebagai tambahan Bukit Serelo tidak berdiri sendiri, di sekelilingnya juga terdapat beberapa Bukit yang indah di lihat seperti Bukit Tikus, Bukit Perawan, Bukit Kelingking (Oleh Masyarakat setempat di sebut anak Bukit Serelo) dan Bukit yang penulis Lupa namanya yaitu bukit Yang konon kabarnya tempat mencari Pesugihan. Dari atas Bukit Selain di siguhkan pemandangan Daerah perbukitan Sekitar, Kita juga dapat menyaksikan keindahan Sungai Lematang membelah Kabupaten Lahat.



Subhanaallah….
Tak ada yang tak mungkin Bagi Pencipta semesta.
Kurma (Phoenix dactylifera) sebuah nama yang tak asing lagi bagi kaum muslimin. Jenis makanan yang biasa ramai pada waktu mendekati bulan Ramadan ini ternyata di kota Lahat ada yang menanamnya. Pohon yang masuk dalam keluraga palma ini biasanya ber batang tunggal. Di sini tepatnya di Rumah H. Mamad Sholeh Hamid. Tanaman Gurun satu ini tumbuh berbatang 5 (di tambah cabangnya 4).
Kurang lebih 10 tahun yang lalu, Biji Kurma ini di dapat sewaktu H Mamad Sholeh Hamid melakukan ibadah Haji. Dan kurma jenis Azuak ini di belinya sebagai oleh-oleh dari Makkah.
“Kurma Azuak adalah Jenis Kurma yg berbuah besar Pantas saja Rosulullah makan 2 biji waktu berbuka puasa sudah kenyang” ujar si Empunya Pohon.
Ada kisah menarik dari dari Buah korma yang di dari Makkah ini. Ketika di makan salah satu biji buah kurma itu terdapat tulisan berlafazkan ALLAH Tutur H Mamad Sholeh Hamid. Selanjutnya H Mamad Sholeh Hamid mencoba menanam 5 biji Tumbuhan Khas Padang pasir ini di halaman rumahnya.
Dan ternyata Biji korma tersebut dapat tumbuh semua. Setelah agak besar barulah pohon itu di pindah 1 di halaman Masjid Agung. 1 batang lagi di tanam di depan rumah Keluarga H Roni dan yang 3 batang saya pelihara di halaman rumah saya. Imbuhnya.
Pada usia 6 tahun Pohon ini pernah berbunga, Tetapi gugur(Rontok) karma bertepatan dengan musim hujan. Ungkap H. Mamad Sholeh Hamid.


Memanfatkan jalan sebagai tempat menjemur Kopi. Biasa dilakukan oleh masyarakat lahat dan sekitar. Kendati telah ada peraturan daerah (perda), larangan keras menjemur biji kopi disejumlah jalan-jalan umum, hingga kini masih saja ada warga yang membandel menjemur di lokasi yang dilarang.

Tidak hanya biji kopi yang dijemur demikian juga gabah kian marak dijemur di pinggir jalan. Pemandangan tersebut masih terjadi diduga belum ada sosialisasi dari pihak terkait tentang Perda larangan menjemur kopi di jalan umum, sehingga Perda yang ada terkesan tak berfungsi.




Wanita Super : Tradisi mengambin / menggendong bertumpukan pada kepala sudah turun temurun di lakukan oleh masyarakat Sumatra Selatan. Dengan menggunakan keranjang rotan yang oleh masyarakat Lahat dan sekitar menyebutnya Ginjar. Mereka membawa barang bawaannya. Bagi masyarakat pedalaman (Dusun) biasanya wanita super ini mengambin sambil menggendong buah hatinya.



RAFLESIA: Masih berupa kuncup setinggi 2 meter di temukan kembali di Pagar Alam.


Bunga raflesia, atau biasa disebut juga bunga bangkai. Bagi masyarakat Pagaralam menyebutnya bunga kerugbut. Ternyata Bunga yang Menjadi ikon Kabupaten Bengkulu Dapat juga tumbuh di daerah berhawa dingin ini. Bunga tersebut tumbuh subur di tanah Pagaralam, tepatnya di Dusun Petani Kelurahan Alun Dua Kecamatan Pagaralam Utara.

Penemuan Kali ini adalah Untuk ketiga kalinya. Tanaman memiliki bahasa latin Rafflesia Arnoldii diambil dari nama si penemunya, tumbuh tidak jauh dari pemukiman warga tepatnya di aliran siring / got sebuah kebun kopi milik warga setempat.

Kendati belum mekar penuh, keindahan bunga cukup menakjubkan. Terdapat kelopak kembangnya masih kuncup, tingginya lebih dari orang dewasa atau sekitar 2 meter berdiameter sekitar 0,5 meter.

Tanaman ini merupakan tumbuhan Parasit obligat, yang terkenal memiliki bunga berukuran sangat besar, bahkan bunga terbesar di dunia Ciri lain, tidak memiliki daun sehingga tidak mampu Berfotosintesis. Tumbuhan ini Endemik di pulau Sumatra, terutama bagian selatan (Bengkulu, Jambi, Sumatra Selatan).(Berbagai sumber)

Bunga tersebut pertama kali ditemukan oleh Abu (40), warga Kampung Purwasari Kelurahan Beringin Jaya Kecamatan Pagaralam Utara saat dirinya sedang mancing ikan di sekitar aliran siring tersebut, pada Kamis (27/5) sekitar pukul 16.30 Wib. “Saat itu niatnya ingin mancing, tidak sengaja menemukan bunga kerugbut ini. Kondisnya sudah besar tapi belum mekar,” aku Abu.

Tetapi ada keanehan dari bunga kerugbut tersebut, sebelumnya dirinya melintas di lokasi belum ada bunga tersebut dua hari sebelum menemukan bunga itu. Dia juga mengaku, bunga jenis Raflesia ini memang terkenal tumbuh di daerah Bengkulu. Melihat keberadaan bunga raksasa ini, sempat mengurungkan niatnya mincing. Dan langsung melaporkan kepada warga lainnya. “Saya benar-benar terkejut, padahal 2 hari lalu sebelumnya tidak ada, kok tiba-tiba bunga ini sudah tumbuh,” ungkapnya.

Sementara itu, Nata (24) warga Dusun Petani mengaku, penemuan bunga raflesia yang di daerahnya tersebut sebelumnya sudah pernah terjadi beberapa tahun silam. Bahkan bunga bangkai ini sudah tiga kali ditemukan warga di daerah ini. “Penemuan bunga ini bukan yang pertama kali terjadi. Karena sebelumnya beberapa tahun silam, yakni pada tahun 1957 dan 1986 sudah pernah ditemukan warga,” akunya.

Informasi ini, berdasarkan keterangan para sesepuh setempat. Terakhir untuk ketiga kalinya baru-baru ini, ditemukan kembali oleh Abu di lokasi yang sama tidak juah dari lokasi sebelumnya sekitar 50 meter.

Kendati bunga ini tumbuh di daerah dingin, diperkirakan umurnya tidak bertahan lama. Sebab yang sebelumnya juga sudah tumbuh di daerah tersebut, setelah berkembang akhirnya layu sendiri. Biar aman dan tidak rusak, sekeliling bunga ini dipagari oleh warga.

“Belum tahu berapa umur bunga ini, guna melihat lebih jauh keberadaanya, warga bersama karang taruna di dusun ini membersihkan di sekitar lokasi penemuan bunga, agar warga lainnya bisa langsung melihat keberadaan bunga langka tersebut,” pungkasnya.



Ini dia Maket Rencana Pembangunan Lahat Kedepan. Tentunya Lahat bakal tambah Wah saja. Moga-moga cepet terealisasi. Lahat Musti Di depan masa kalah sama Empat Lawang, Kabupaten yang baru sumur batita. Perkembangan dari Kabupaten Lahat terus menghasilkan sesuatu yang positif, dalam waktu dekat, lahan eks Markas Detasemen Peralatan (Madenpal) A yang terletak di Jalan Inspektur Yazid atau Jalan Prof Emil Salim akan didirikan Lematang Trade Center (LTC), dengan lahan tahapan pertama mencapai 6.000 meter persegi.

“Di LTC nantinya, kita akan membangun kios sebanyak 60 buah, ruko ada 40, dan lapak bagi pedagang kaki lima (PKL) yang bakal direlokasikan mencapai lebih kurang 100 buah,” kata Komisaris PT Karima Cipta Karsa Ir H Wirawan Jatmiko MM ditemui di ruang kerjanya, Kamis (27/5).

Nah, bangunan pertokoan direncanakan tiga lantai dan dua lantai sebanyak 60 pintu ruko untuk hotel dan rumah makan. Pada bagian belakang bakal dibangun kios satu lantai sebanyak 100 unit dan depan menghadap Jalan Inspektur Yazid sebanyak 20 unit ruko tiga lantai.

“Di bagian dalam berhadapan dibangun sebanyak 40 unit ruko dua lantai, sedangkan di belakang dibangun bangsal untuk PKL hamparan seluas lebih kurang 500 meter persegi,” jelasnya kepada Lapos.

Berikutnya, areal parkir dan taman dibuat dari paving block yang dapat menyerap air dibangun seluas lebih kurang 1.000 meter persegi, dan tentunya dapat menampung kendaraan hingga 200-300 mobil.

“Untuk taman, kita akan design sedemikian rupa, sehingga para pejalan kaki dan pemilik ruko dapat merasa nyaman, asri, sejuk, teduh, dan kebersihan dari lingkungan LTC tetap nomor satu,” urai Wirawan.

Bagaimana dengan sarana dan prasarana penunjang LTC? “Baik, kita disini tentunya tidak akan melupakan fasilitas yang ditawarkan dalam bangunan tersebut, Kami akan memperhatikan jaringan listrik, air bersih, pembuangan air kotor, limbah antara cair dan padat nantinya dipisahkan serta pengelolannya,” ucapnya seraya menambahkan, pihaknya menargetkan pengerjaan dari LTC tersebut akan diselesaikan dalam kurun waktu satu tahun, sembari menunggu hasil koordinasi antara pihak PT KAI, Kodam, dan Kodim.

Ditambahkanya, tentunya bangunan LTC selalu menomorsatukan pengamanan kebakaran dan petir. Disini sistem pengamanan kebakaran yang direncanakan adalah sistem pendeteksian dengan hydrant dan portable fire esting miser, sedangkan penangkan petir digunakan EF lighting terminal.

“Terpenting, bagi pelaku usaha menengah atas maupun ke bawah akan menikmati sarana dan pra sarana yang dimiliki oleh LTC tersebut, sehingga pedagang dapat mempergunakannya dengan sedemikian rupa,” tutur Wirawan.

Wirawan menyebutkan, pihaknya di atas lahan milik PT KAI tersebut tidak sepenuhnya memilikinya, sebab batas waktu yang diberikan hanya 30 tahun, dan apabila tenggang waktunya habis maka aset dikembalikan kepada PT KAI.

“Sama halnya ruko yang kita dirikan didepannya, di atas lahan tersebut merupakan aset milik Pemda yang dipergunakan selama 30 tahun. Apabila selesai akan ditinjau kembali, apakah di perpanjang atau bagaimana?,” tanyanya.

Nah, ini merupakan investasi yang sangat menguntungkan, pihaknya tidak hanya memperhatikan kalangan usaha menengah atas juga ke bawah tetap mendapatkan khusus. “Semuanya akan kita tampung, mulai dari pedagang di pertokoan hingga PKL yang disediakan lokasi berjualannya,” pungkas Wirawan. (Yost)


Ini dia Maket Rencana Pembangunan Lahat Kedepan. Tentunya Lahat bakal tambah Wah saja. Moga-moga cepet terealisasi. Lahat Musti Di depan masa kalah sama Empat Lawang, Kabupaten yang baru sumur batita. Perkembangan dari Kabupaten Lahat terus menghasilkan sesuatu yang positif, dalam waktu dekat, lahan eks Markas Detasemen Peralatan (Madenpal) A yang terletak di Jalan Inspektur Yazid atau Jalan Prof Emil Salim akan didirikan Lematang Trade Center (LTC), dengan lahan tahapan pertama mencapai 6.000 meter persegi.

“Di LTC nantinya, kita akan membangun kios sebanyak 60 buah, ruko ada 40, dan lapak bagi pedagang kaki lima (PKL) yang bakal direlokasikan mencapai lebih kurang 100 buah,” kata Komisaris PT Karima Cipta Karsa Ir H Wirawan Jatmiko MM ditemui di ruang kerjanya, Kamis (27/5).

Nah, bangunan pertokoan direncanakan tiga lantai dan dua lantai sebanyak 60 pintu ruko untuk hotel dan rumah makan. Pada bagian belakang bakal dibangun kios satu lantai sebanyak 100 unit dan depan menghadap Jalan Inspektur Yazid sebanyak 20 unit ruko tiga lantai.

“Di bagian dalam berhadapan dibangun sebanyak 40 unit ruko dua lantai, sedangkan di belakang dibangun bangsal untuk PKL hamparan seluas lebih kurang 500 meter persegi,” jelasnya kepada Lapos.

Berikutnya, areal parkir dan taman dibuat dari paving block yang dapat menyerap air dibangun seluas lebih kurang 1.000 meter persegi, dan tentunya dapat menampung kendaraan hingga 200-300 mobil.

“Untuk taman, kita akan design sedemikian rupa, sehingga para pejalan kaki dan pemilik ruko dapat merasa nyaman, asri, sejuk, teduh, dan kebersihan dari lingkungan LTC tetap nomor satu,” urai Wirawan.

Bagaimana dengan sarana dan prasarana penunjang LTC? “Baik, kita disini tentunya tidak akan melupakan fasilitas yang ditawarkan dalam bangunan tersebut, Kami akan memperhatikan jaringan listrik, air bersih, pembuangan air kotor, limbah antara cair dan padat nantinya dipisahkan serta pengelolannya,” ucapnya seraya menambahkan, pihaknya menargetkan pengerjaan dari LTC tersebut akan diselesaikan dalam kurun waktu satu tahun, sembari menunggu hasil koordinasi antara pihak PT KAI, Kodam, dan Kodim.

Ditambahkanya, tentunya bangunan LTC selalu menomorsatukan pengamanan kebakaran dan petir. Disini sistem pengamanan kebakaran yang direncanakan adalah sistem pendeteksian dengan hydrant dan portable fire esting miser, sedangkan penangkan petir digunakan EF lighting terminal.

“Terpenting, bagi pelaku usaha menengah atas maupun ke bawah akan menikmati sarana dan pra sarana yang dimiliki oleh LTC tersebut, sehingga pedagang dapat mempergunakannya dengan sedemikian rupa,” tutur Wirawan.

Wirawan menyebutkan, pihaknya di atas lahan milik PT KAI tersebut tidak sepenuhnya memilikinya, sebab batas waktu yang diberikan hanya 30 tahun, dan apabila tenggang waktunya habis maka aset dikembalikan kepada PT KAI.

“Sama halnya ruko yang kita dirikan didepannya, di atas lahan tersebut merupakan aset milik Pemda yang dipergunakan selama 30 tahun. Apabila selesai akan ditinjau kembali, apakah di perpanjang atau bagaimana?,” tanyanya.

Nah, ini merupakan investasi yang sangat menguntungkan, pihaknya tidak hanya memperhatikan kalangan usaha menengah atas juga ke bawah tetap mendapatkan khusus. “Semuanya akan kita tampung, mulai dari pedagang di pertokoan hingga PKL yang disediakan lokasi berjualannya,” pungkas Wirawan. (Yost)

bookmark
bookmark
bookmark
bookmark
bookmark