Rai gedex

Abjad Bumi Besemah

Diposting oleh Yostiari Kamis, 24 Juni 2010





AKSARA
: Penjaga stand lembaga adat menjelaskan Aksara Besema Ulu yang dipamerkan digelaran Besemah Expo, inzert aksara Besemah Ulu.

Berkunjung di pameran Besemah Expo Akan banyak membuka mata kita tentang Kebudayaan Bumi besemah. Selain Kebudayan tari - tarian dan ukiran kayu, ternyata Pagar Alam juga mempunyai Aksara sendiri. Ini menunjukan bahwa masyarakat Bumi Besemah sudah mengenal Baca dan Tulis sejak dahulu. Ini terbukti dengan adanya aksara- aksara kuno yang konon masih ada yang mampu membaca aksara - aksara Kuno tersebut. yaitu masyarakat asli Besemah. Seperti yang di katakan oleh Ketua Lembaga Adat Besemah H Amran “Disejumlah desa di Kota Pagaralam khususnya penduduk asli yang umurnya telah uzur diatas rata-rata 70 an tahun diyakini masih ada yang fasih melafadzkan aksara Besemah Ulu ini,”.
Hanya saja, saat disinggung berapa banyak jumlah yang fasih membaca aksara besemah kuno ini? Jawabnya, dia sendiri belum bisa memastikan berapa banyak orangnya.
Dikarenakan, pihak Lembaga Adat sendiri belum melakukan pendataan secara detail. Kendati demikian, tidak luput jangan sampai peninggalan sejarah Besemah, pihaknya telah mendokumentasikan ejaan aksara yagn dimaksud. “Kita tidak ingin aksara besemah ulu tidak ada yang bisa memahaminya, apalagi sampai memudar dan tenggelam seiring kemajuan zaman,” tukasnya.

Karena itu, belakangan ini lembaga yang cukup prihatin akan keberadaan adat serta peningalan budaya besemah telah meluncurkan buku aksara Besemah Ulu termasuk menerbitkan sekaligus memperbanyak cetakan buku yang berjudul Kumpulan Adat Besemah. Selain Lembaga Adat, keprihatinan adat besemah ini juga tidak terlepas perhatian dari pihak Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Pagaralam.
Selain adat, seperti peninggalan rumah adat dibedakan bentuk gilapan, tatahan (rumah ukir, red), dan prabong (rumah gedeg, red) yang hingga saat ini masih ada. Guna kelestarian rumah adat, beberapa dusun disebut dusun tua atau ditetapkan sebagai kampung sejarah. Semisal, Dusun Benua Keling Dempo Selatan. Dahulunya, menjadi pusat Keratuan Besemah kononya yang kemudian pindah ke Dusun Sawah Batuan di kawasan Simpang Manak sekitar abad ke 13 dan baru sekitar era 1630 pusat pemerintahan ini masuk dalam sejarah Kesultanan Palembang.
“Dahulunya, Kolonial Belanda menyebutnya Besemah Kingdoom, sejarah ini tentunya harus diketahui keturunan kita saat ini,” urai Satarudin.
Karena itu, Satarudin mengajak masyarakat untuk tetap menjaga kelestarian minimal mengenal adat dan peninggalan sejarah Besemah. “Harapan kita adat besemah jangan sampai memudar apalagi hilang ditelan zaman,” ulas Satarudin.

1 Responses to Abjad Bumi Besemah

  1. adilahat Says:
  2. aiii dah...lum ade pule link aq dipasang...hiks---hiks---

     
bookmark
bookmark
bookmark
bookmark
bookmark